Hari ini, Ibu Guru mengadakan ulangan Matematika mendadak. Tentu saja semua murid jadi panik, terutama Davin dan Rehan. Mereka kan paling lemah di mata pelajaran Matematika. Lalu, apakah mereka bisa mengerjakan soalnya dengan baik dan mendapat nilai yang memuaskan?
Amel sering kali kedapatan sembarangan bicara. Dan terkadang, celetukannya bukan sesuatu yang baik. Walaupun bercanda, Eliza tetap khawatir apa yang diucapkan Amel malah menjadi kenyataan. Apalagi ucapan itu adalah doa. Tapi, apa benar ucapan Amel ada yang jadi kenyataan?
Ketika Ayah pulang kerja, biasanya Kakak dan Adik langsung mengajak Ayah bermain. Tapi kali ini, mereka akan melakukan hal yang berbeda untuk menyambut Ayah pulang. Semoga saja kejutan dari mereka bisa membuat Ayah kembali semangat setelah lelah bekerja!
Nita baru pertama kali ditinggal berdua dengan adik di rumah. Itu karena, Ibu harus mengantarkan dokumen penting ke kantor Ayah. Sebenarnya, Nita tidak berani menjaga rumah sendirian. Tapi, demi membuat Adik merasa nyaman, Nita harus melawan rasa takutnya
Tika paling susah kalau disuruh bantu Mama. Apalagi kalau lagi asyik main game daring, pasti Tika tidak mau diganggu. Mama meinta bantuan pun, malah diabaikan. Lalu, harus dengan cara apa ya supaya Tika nurut perkataan Mama?
Kalau sudah bareng sahabat, pasti banyak hal menyenangkan yang bisa dilakukan. Apalagi, kalau bisa menghabiskan waktu bersama seharian. Tentu banyak pengalaman seru dan tak terlupakan. Seperti yang dialami oleh Azira dan sahabatnya. Biar tidak penasaran, ikuti keseruan persahabatan mereka, yuk!
Prisca merasa tidak nyaman di lingkungan barunya. Prisca juga kesulitan mencari teman karena tidak ada yang cocok dengannya. Pelajaran di sekolah pun jadi sulit untuk diikuti. Prisca benci dirinya yang seperti ini. Apa yang bisa dilakukan ya supaya Prisca merasa nyaman dan mulai menyayangi dirinya sendiri?
Di perjalanan menuju sekolah, Nirin tidak sengaja melihat kakek pengemis yang kelaparan. Nirin merasa sedih dan tidak tega melihatnya. Nirin sampai rela tidak jajan demi menyedekahkan uangnya. Dan siapa sangka, perbuatan baik Nirin justru mendatangkan kebahagiaan untuknya.
Stevie selalu saja menolak ajakan teman-temannya untuk pulang sekolah bareng. Akibatnya, teman-temannya jadi malas untuk mendekati Stevie dan menjulukinya sombong. Tapi, apa benar Stevie tidak mau diajak pulang bareng karena ia sombong?
Hampir setiap hari, Lani selalu dijahili oleh teman sekelasnya. Tas dan buku pelajaran miliknya sering kali hilang dan disembunyikan di atas lemari atau di sudut kelas lainnya. Lani tentu saja sedih, tetapi ia tidak bisa melawan. Beruntung, ada Raisa, yang selalu membelanya. Dan siapa sangka, ternyata Raisa bukan sekadar sahabat untuk Lani, melainkan.