Text
Sejarah hidup dan pandangannya tentang pancasila : kajian asas pancasila perspektif maqashidus syari'ah
K. H. R. As'ad Syamsul Arifin (Kiai AS'ad) merupakan Pahlawan Nasional yang namanya tidak terlepas dari sejarah kelahiran Nadlatul Ulama (NU) dan peran pentingnya dalam penerimaan Pancasila sebagai dasar negara sekaligus asas organisasi NU. Ketika NU hendak didirikan, Kiai As'ad merupakan mediator komunikasi antara Syaichona Cholil Bangkalan dan Hadratussyekh K. H. Hasyim Asy'ari.
Dalam hal penerimaan Pancasila, Kiai As'ad adalah salah satu tokoh yang mengamini keberadaan asas tersebut dan membawanya ke dalam forum Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama NU (1983) dan Muktamar NU ke-27 (1984) di Pondok Pesantren Salafiah Syafiiyah Sukorejo. Dua forum tersebut kemudian menghasilkan keputusan penting, yakni kembalinya NU ke Khittah (Khittah 1926) dan penerimaan Pancasila sebagai asas organisasi NU.
Penerimaan asas pancasila didasarkan pada Maqashidus Syari'ah, yaitu teori dalam merumuskan aneka ketentuan hukum di tengah kehidupan berbangsa dan bermasyarakat. Maqashidus Syari'ah penting digunakan untuk mengawal produk hukum agar penerapannya tidak bergeser dari tujuan asasinya, yakni untuk menebar kemaslahatan di muka bumi.
Tidak tersedia versi lain