Kepalaku gatal sekali! Aku jadi sering menggaruk. Malam hari aku jadi tidak bisa tidur. Siang hari, aku jadi tidak bisa belajar. Ketika Mama memeriksa rambutku, ia bilang ada sesuatu di sana!
Halo namaku Cici. Aku suka sekali bersepeda! Di siang hari yang terik pun, aku dan teman-teman terus asyik bersepeda. Tapi tiba-tiba terasa ada sesuatu yang mengalir dari hidungku. Lho, kenapa ya?
\"Hoooaaaamm...\" aku ngantuk sekali. Bahkan saat latihan bersama teman-teman, hanya aku yang tidak bisa mengejar bola. Kenapa aku jadi sering mengantuk dan mudah lelah ya? Padahal istirahatku cukup, lho!
Aduuuuhhh...!\r\nGigiku sakit gara-gara aku lupa menggosok gigi. Mama bilang aku harus ke dokter gigi.\r\nAwalnya aku takut, tapi ternyata Bu Dokter baik, lho. Ayo, ikuti pengalaman pertamaku ke dokter gigi.
Kata dokter Andi, aku gondongan. Gondongan penyakit menular, jadi aku tidak boleh bermain bersama teman-teman sampai aku sembuh. Uuuuuhh... aku bosan!
Halo, namaku Noki. Aku suka sekali bermain sepak bola. Permainan bola sore ini seru sekali! Karena haus, aku istirahat di pinggir lapangan dan membeli es.\r\nSetelah sampai di rumah, aku langsung menyantap donat buatan ibu. Tapi... tunggu! Kenapa perutku tiba-tiba terasa sakit?
Horeee.. saatnya berlibur bersama Paman, Bibi dan Kiki di pegunungan! Aku sudah tidak sabar ingin bermain dengan Kiki.\r\nKiki mengajakku bermain di Kebun bunga. Tapi, tiba-tiba aku menemukan sesuatu di semak-semak bunga...
Saat bangun tidur, mataku panas dan sulit dibuka. Kepalaku pusing. Tenggorokanku sakit dan kering. Aku tidak masuk sekolah. Badanku muncul bintik-bintik merah dan terasa gatal. Aduuuuuuh, kenapa ya?
Halo, namaku Roki. Aku suka sekali bermain layang-layang! Di siang hari yang terik pun, aku dan teman-teman terus asyik bermain. Akan tetapi, tiba-tiba, uh... leherku gatal. Aku menggaruk... dan terus menggaruk. kenapa, ya?
This story by Marks Twain Explores the saying: \'The grass is always greener on the other side!\' A poor boy and a prince swop places with unforeseen consequences.\r\nThrough the story, the reader empathises with the boys\' dilemma. They learn what it\'s like to live in the shoes of the other and their eyes are opened to a new reality. In the end, readers see how the boys take up their own liveā¦